
Tak Ada Kata Terlambat untuk Belajar, 40 Siswa SMA Terbuka Awali Perjalanan Lewat MPLS Ramah
TERUSAN NUNYAI - Sejumlah 40 peserta didik baru SMA Terbuka mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, yang diselenggarakan di SMAN 1 Terusan Nunyai, Lampung Tengah, pada Sabtu (29/08/2026). Kegiatan ini menjadi awal bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan belajar sekaligus memahami program SMA Terbuka.
Yudi Hendra, S.T., M.M. Selaku pelaksana kegiatan mengatakan, berbeda dengan sekolah reguler, SMA Terbuka menerapkan pembelajaran yang lebih menyesuaikan kondisi peserta didik. Walaupun lebih fleksibel, masa belajar tetap berlangsung selama enam semester dan lulusan mendapatkan ijazah negeri yang setara dengan SMA reguler. "SMA Terbuka menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam memberikan kesempatan belajar kepada masyarakat yang terkendala biaya, jarak, maupun waktu agar tetap dapat menyelesaikan pendidikan," ujarnya.
Suasana MPLS berlangsung hangat, tertib, dan penuh semangat. Para peserta didik tampak antusias mengikuti setiap sesi kegiatan, mulai dari perkenalan dengan lingkungan sekolah hingga penyampaian materi oleh pihak sekolah. Kegiatan juga menjadi momen bagi peserta didik untuk saling mengenal dan beradaptasi
Selama MPLS, peserta didik memperoleh berbagai materi, mulai dari pengenalan sekolah, tata cara belajar, penggunaan media sosial secara bijak, hingga penjelasan mengenai mekanisme pengumpulan tugas. Tugas biasanya dibawa dan dikumpulkan saat pertemuan tatap muka untuk dibahas bersama, sedangkan pembelajaran melalui Zoom hanya dilaksanakan pada waktu tertentu dan tidak menjadi kegiatan rutin setiap hari
Gisel, salah satu peserta didik baru SMA Terbuka, mengungkapkan rasa senangnya setelah mengikuti MPLS Ramah. “Kegiatannya menyenangkan dan banyak memberikan informasi tentang sistem belajar di SMA Terbuka, jadi saya lebih siap menjalani pembelajaran,” ujarnya Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan dapat lebih siap mengikuti proses belajar di SMA Terbuka serta memahami bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan tanpa memandang keterbatasan yang dimiliki.
(Sani)

