Tembus Ruang Kadisdikprov, Jurnalis Muda SMAN 1 Terusan Nunyai Gelar Wawancara Eksklusif

Berita SMAN 1 Terusan Nunyai
img
img
Admin 13 September 2026

Tembus Ruang Kadisdikprov, Jurnalis Muda SMAN 1 Terusan Nunyai Gelar Wawancara Eksklusif

BANDAR LAMPUNG —smansateruna.sch.id  Praktik jurnalistik siswa SMA Negeri 1 Terusan Nunyai membuktikan totalitasnya. Pada Rabu (26/8/2026), tim jurnalis sekolah ini sukses menembus ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H., untuk menggelar peliputan dan wawancara eksklusif secara langsung.

Didampingi oleh Kepala satuan pendidikan Dra. Ratnawati, M.Pd,  Suci Hartati, S.H, profesional dari Radar Lamteng, serta guru penggiat literasi keberanian para wartawan muda ini patut diacungi jempol. Mereka datang dengan misi utama: menggali fakta di balik keberhasilan Provinsi Lampung yang baru saja meraih predikat Terbaik II se-Sumatra dalam akses layanan pendidikan.


Di dalam ruang kerja Thomas para siswa tampil percaya diri. Berbekal riset dan pembelajaran media yang matang, mereka melontarkan pertanyaan demi pertanyaan secara lugas sesuai etika jurnalistik kepada narasumber nomor satu di ranah pendidikan Lampung tersebut. Menanggapi antusiasme siswa, Thomas memaparkan bahwa prestasi yang diraih Provinsi Lampung adalah hasil dari reformasi birokrasi. "Kami langsung menerapkan sistem pelayanan satu pintu untuk memangkas birokrasi dan memperlancar arus pelayanan pendidikan. Tujuannya satu, membuka akses seluas-luasnya bagi anak bangsa untuk terus bersekolah," paparnya. 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa capaian tingkat Sumatra tersebut bukanlah garis akhir. "Penghargaan ini tidak boleh terlalu dibanggakan, melainkan harus menjadi pijakan awal untuk perubahan yang lebih fundamental," tambahnya, seraya menyoroti pentingnya penguatan Segitiga Pendidikan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Kegiatan peliputan langsung ini tidak hanya mengasah keterampilan jurnalistik siswa SMAN 1 Terusan Nunyai, tetapi juga membuka wawasan mereka tentang dunia pendidikan. 

Sebelum wawancara ditutup, Thomas menyempatkan diri memberikan suntikan motivasi yang membekas bagi para jurnalis muda di hadapannya. "Tidak ada yang mustahil. Jika kamu gagal, berarti ada yang salah dengan persiapanmu. Pendidikan itu selamanya akan menjadi kunci, maka ukirlah kuncinya dengan benar, kemudian bukalah pintu masa depanmu," pungkas Thomas tegas.

(Tim Jurnalistik SMAN 1 Terusan Nunyai)