
Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, SMAN 1 Terusan Nunyai Alihkan KBM ke Sistem Daring
LAMPUNG TENGAH — Aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di SMA Negeri 1 Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, mendadak dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sistem daring (dalam jaringan). Langkah cepat ini diambil sekolah menyusul terbitnya Surat Edaran Resmi dari Pemerintah Provinsi Lampung terkait imbauan kewaspadaan terhadap sebara abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Pengalihan sistem belajar ini dilakukan guna mengantisipasi bahaya paparan abu vulkanik yang meluas hingga ke wilayah Lampung Tengah, demi menjaga keselamatan serta kesehatan seluruh warga sekolah.
Pihak SMAN 1 Terusan Nunyai pun langsung menindaklanjuti arahan tersebut dengan memanfaatkan portal pembelajaran digital serta grup komunikasi internal untuk pengiriman materi dan tugas siswa dari rumah. Kepala SMAN 1 Terusan Nunyai Drs.Ratnawati,M.Pd menegaskan pentingnya mengutamakan keselamatan para siswa di tengah kondisi darurat bencana abu vulkanik ini. "Keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah adalah prioritas utama kami. Begitu menerima edaran resmi dari Pemprov Lampung, sekolah langsung mengambil langkah cepat mengalihkan KBM ke sistem daring agar proses belajar tidak terhenti," ujar Ratnawati.
Kebijakan ini pun disambut baik oleh para tenaga pendidik. Salah seorang guru Sistari, menyampaikan bahwa persiapan materi daring langsung berkoordinasi dengan seluruh wali kelas. "Kami bergerak cepat begitu surat edaran diterima. Materi dan tugas belajar langsung kami alihkan ke portal digital dan grup WhatsApp kelas agar anak-anak tetap bisa mengikuti pembelajaran secara terstruktur dari rumah tanpa tertinggal materi," ungkap Sistari.
Senada dengan sang guru, Gio, salah satu siswa SMAN 1 Terusan Nunyai, turut mengapresiasi langkah tegas yang diambil pihak sekolah dan pemerintah daerah. "Keputusan ini sangat tepat karena kondisi udara di luar dan sebaran abu vulkanik cukup mengganggu, terutama bagi kami yang pergi ke sekolah naik sepeda motor. Walau pengumumannya mendadak, saya bersyukur tetap bisa belajar dengan aman dari rumah," kata Gio.
Di akhir penjelasannya, pihak sekolah melalui perwakilan wali kelas turut memberikan imbauan langsung kepada para murid dan orang tua selama masa PJJ berlangsung. Dihimbau seluruh siswa untuk tetap berada di dalam rumah dan selalu menggunakan masker jika memang terpaksa keluar. Mohon para siswa dan orang tua rutin memantau pengumuman resmi di grup sekolah terkait perkembangan kondisi udara dan informasi jadwal kembali KBM tatap muka.
(Ratna Bilqis)

