SMAN 1 Terusan Nunyai Hadirkan Sekolah Rasa Pesantren Selama Bulan Ramadan

Berita SMAN 1 Terusan Nunyai
img
img
Admin 13 Maret 2026

SMAN 1 Terusan Nunyai Hadirkan Sekolah Rasa Pesantren Selama Bulan Ramadan

Smansateruna.sch.id— Guna memperkuat iman dan karakter,  SMAN 1 Terusan Nunyai Lampung Tengah (Lamteng) menjadikan momen bulan Ramadan dengan menggelar  Pesantren Kilat selama bulan Ramadan. Kegiatan   berlangsung selama seminggu (23-27/2/2026) lalu dan dipusatkan di GSG sekolah setempat. Kepala SMAN 1 Terusan Nunyai Dra.Ratnawati,M.Pd berharap kegiatan pesantren kilat tidak hanya menjadi agenda rutin di bulan Ramadan, tetapi juga mampu membentuk karakter dan kebiasaan baik pada diri siswa. "Iman dan takwa yang kuat, siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas serta berakhlak kokoh," ujarnya.


Pesantren kilat bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik selama bulan Ramadan, kemudian agar siswa dapat lebih memahami ajaran agama masing-masing serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.  Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan mulai daru salat Dhuha berjamaah empat rakaat, kultum, murajaah Juz Amma, istigasah, serta khataman Al-Qur’an secara serempak.

Sekolah juga memberikan kesempatan bagi siswa nonmuslim untuk tetap menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing. Siswa beragama Kristen melaksanakan ibadah pagi di ruang laboratorium kimia, sedangkan siswa beragama Hindu melaksanakan ibadah di perpustakaan sekolah.  Alanza peserta pesantren kilat dari kelas X.7 menyampaikan bahwa pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut mengajak siswa untuk menjaga kesucian dan kekhusyukan ibadah, khususnya ketika berada di masjid yang merupakan tempat suci dan penuh kekhidmatan.


Pesantren Kilat diisi oleh Fathul dan Ajeng Selaku pemateri, yang memberikan pembelajaran mengenai doa-doa dan zikir, dan materi tentang hukum TDR (tidur di siang hari) selama bulan Ramadan agar siswa memahami batasan dalam menjalankan ibadah dengan baik. Selama kegiatan berlangsung, suasana terasa khidmat dan tertib. Para siswa mengikuti rangkaian acara dengan sungguh-sungguh, terutama saat pembacaan Al-Qur’an bersama yang menumbuhkan rasa semangat dan kebersamaan.


Sementara itu, Nayla siswa dari kelas XI.11 merasakan banyak manfaat yang didapatkan dengan mengikuti pesantren kilat ini. "Meskipun kegiatan terasa melelahkan, namun memberikan banyak manfaat. Saya menilai bahwa melalui kegiatan kultum dan pembagian kelompok khataman Al-Qur’an, siswa dapat memperoleh ilmu baru serta memperdalam pemahaman keagamaan,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan oleh Risa, siswi kelas XI.3, yang menilai bahwa suasana ibadah terasa lebih khusyuk saat dilaksanakan di masjid. Menurutnya, pelaksanaan salat berjamaah di masjid memberikan ketenangan. "Melalui kegiatan pesantren kilat ini, diharapkan nilai-nilai keagamaan yang telah ditanamkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi kebiasaan baik yang berkelanjutan," pungkasnya.


(nda)