Pesan Tegas Anti-Bullying Warnai Peringatan HAN ke-42 di SMAN 1 Terusan Nunyai

Berita SMAN 1 Terusan Nunyai
img
img
Admin 27 Juli 2026

Pesan Tegas Anti-Bullying Warnai Peringatan HAN ke-42 di SMAN 1 Terusan Nunyai

Lampung Tengah Smansateruna.sch.id-  Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama SMA Negeri 1 Terusan Nunyai pada Kamis pagi (23/7/2026). Ratusan siswa dan dewan guru berdiri tegap mengikuti upacara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42. Di tengah maraknya isu kekerasan pelajar, SMAN 1 Terusan Nunyai mengambil momentum ini untuk menyuarakan pesan tegas perlindungan hak anak.


Kepala SMA Negeri 1 Terusan Nunyai Dra.Ratnawati, M.Pd diwakili oleh Paulina, S.H., M.H., (wakil kepala sekolah bagian kesiswaan) yang bertindak selaku Inspektur Upacara, menyampaikan amanat yang menggugah hati. Di hadapan seluruh peserta upacara, beliau membacakan pesan resmi dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi.

Dalam orasinya, Paulina menekankan bahwa paradigma terhadap anak harus segera diubah. "Setiap anak Indonesia berhak menjadi subjek pembangunan, bukan hanya sekadar objek pembangunan. Di tangan kalianlah estafet kepemimpinan bangsa ini akan dijalankan," tegas Paulina di atas mimbar.


Lebih lanjut, praktisi hukum sekaligus pendidik ini memberikan peringatan keras terkait isu perundungan (bullying) yang kerap menghantui dunia pendidikan.Ia menginstruksikan seluruh siswa untuk berani bersuara dan tidak menormalisasi kekerasan dalam bentuk apapun. "Setiap anak harus terlindung dari bullying. Jangan pernah takut, segera laporkan jika kalian mengalami atau melihat tindak kekerasan!" serunya.Menutup amanatnya, Paulina menyisipkan pesan yang sederhana namun menyentuh. "Untuk seluruh anak-anakku, di tengah padatnya tugas sekolah, jangan lupa untuk bahagia," pungkasnya.


Barisan dewan guru tampak hadir rapi menghadap lapangan upacara. Pemandangan menarik juga terlihat dari barisan siswa yang penuh warna. Siswa kelas XI dan XII tampak gagah mengenakan seragam pakaian khas sekolah berwarna biru. Sementara itu, siswa baru kelas X masih mengenakan seragam batik dari SMP asal mereka masing-masing, memberikan nuansa transisi yang kental di awal tahun ajaran baru ini.

Tepat pada pukul 08.15 WIB, barisan dibubarkan. Seluruh siswa dan dewan guru kembali ke ruang kelas masing-masing untuk melanjutkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan semangat baru yang dibawa dari peringatan Hari Anak Nasional ke-42.

(*Rzk*)