
Hari Belajar Guru Hidup di SMAN 1 Terusan Nunyai Lewat Workshop AI Bersama Pakar
Lampung Tengah —smansa.teruna.sch.id Sebagai upaya menjaga predikat sebagai Sekolah Model yang terus berinovasi, SMA Negeri 1 Terusan Nunyai kembali membuktikan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi tenaga pendidik. Pada Kamis (29/7/2026), puluhan guru di sekolah tersebut digembleng dalam sebuah workshop intensif pemanfaatan teknologi pendidikan yang berlokasi di lantai 3 gedung utama.
Kegiatan yang bertujuan menghidupkan semangat "Hari Belajar Guru" ini berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. Tak tanggung-tanggung, pihak sekolah mendatangkan langsung narasumber ahli pendidikan dari Yogyakarta, yakni Agus Suroyo, M.Pd.I.
Acara workshop ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMAN 1 Terusan Nunyai, Dra. Ratnawati, M.Pd. Dalam sambutannya yang berapi-api, beliau memompa semangat para guru untuk terus adaptif terhadap perkembangan zaman. Sebagai Sekolah Model, dewan guru dituntut untuk tidak pernah berhenti belajar, terutama dalam menghadapi era disrupsi teknologi di ruang kelas.
Materi yang dibawakan oleh Agus sukses membuka wawasan para peserta. Mereka diajak membedah berbagai kecerdasan buatan (AI) yang secara praktis dapat memangkas waktu kerja guru dalam menyusun administrasi dan mendesain pembelajaran yang interaktif.
Antusiasme luar biasa terpancar dari para peserta di penghujung acara. Andini Ferawati, salah seorang guru SMAN 1 Terusan Nunyai, mengungkapkan betapa inspiratifnya kegiatan hari ini. "Keren! Banyak hal inspiratif yang didapat. Ternyata banyak aplikasi cerdas yang bisa kita pakai untuk membantu tugas guru, baik itu untuk membuat skenario pembelajaran, media, hingga menyusun modul ajar," ungkap Andini dengan mata berbinar. "Kini wawasan kami bertambah, ada aplikasi seperti Claude AI dan NotebookLM yang sangat membantu, jadi tidak hanya sekadar mengandalkan Gemini atau ChatGPT saja," pungkasnya.
Melalui workshop berkelanjutan seperti ini, SMAN 1 Terusan Nunyai berharap dapat terus menjadi pelopor pendidikan yang berkualitas, dengan para guru yang tak hanya kompeten secara pedagogik, tetapi juga mahir berteknologi.
(Rzk)

