
Siswa SMAN 1 Terusan Nunyai Melaju di OSN 2026 Tingkat Provinsi, Siap Rebut Tiket Nasional
LAMPUNG TENGAH, smansateruna.sch.id – SMA Negeri 1 Terusan Nunyai kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dua siswa terbaiknya sukses melaju ke Olimpiade Sains Nasional tingkat Provinsi Lampung (OSNP) tahun 2026 yang digelar pada 27–29 Juli 2026. Kedua siswa berprestasi tersebut adalah Adiguna Yukti Wibowo di cabang olimpiade Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta Firza Arta Wiratama di cabang olimpiade Geografi.
Saat ini, seluruh pihak sekolah sedang dinanti rasa optimis menunggu hasil pengumuman kelulusan menuju tingkat nasional. Guru pembimbing TIK, Nuke Maya, S.Kom., mengungkapkan bahwa persaingan di tingkat provinsi tahun ini berjalan sangat ketat. Kabupaten Lampung Tengah berhasil mengirimkan perwakilan yang cukup mendominasi untuk cabang TIK. "Tahun ini Lampung Tengah mengirimkan 7 siswa di cabang TIK. Sementara dari kabupaten atau kota lain mengirimkan 5 sampai 3 orang. Selain menguasai TIK anak - anak harus memiliki pemahaman yang baik matematika, fisika, literasi serta pemograman jelas Nuke saat ditemui di sela-sela kesibukannya.
Di sisi lain, lanjutnya persaingan sengit juga terjadi pada cabang Geografi. Guru pembimbing Geografi, Sistari, S.Pd., menjelaskan bahwa hanya ada empat siswa terbaik dari Lampung Tengah yang berhasil lolos ke tahap seleksi provinsi ini. "Mereka berasal dari SMA Negeri Kotagajah, SMA Smart Insani, SMA Sugar Group, dan SMAN 1 Terusan Nunyai," papar Sistari. Semua berebut satu tiket ke Nasional.
Proses seleksi tingkat provinsi ini dilaksanakan di sekolah yang ditunjuk sebagai tuan rumah, SMAN 1 Kota Gajah. Sistem penilaian ketat diterapkan untuk menyaring talenta terbaik. Siswa mengerjakan 100 soal pilihan ganda dan essay
Dari seluruh peserta yang bertanding, hanya akan diambil 1 orang siswa terbaik dari masing-masing cabang untuk mewakili Provinsi Lampung di kancah nasional. Menghadapi pengumuman yang krusial ini, Sistari menyatakan realistis namun tetap menaruh harapan terbaik bagi anak didiknya. Ia mengaku sudah sangat mengapresiasi pencapaian para siswa hingga titik ini. "Bisa sampai di tingkat provinsi pun sebenarnya kami sudah cukup bangga, mengingat banyaknya saingan yang berat," pungkas Sistari.
(Rzk)

