
Aksi Siswa SMAN 1 Terusan Nunyai Jajal Studio Radar Lampung TV hingga Wawancara Eksklusif Kadisdik
BANDAR LAMPUNG —smansateruna.sch.id Ruang kelas sejatinya tidak selalu dibatasi oleh empat dinding. Terkadang, ia bisa berupa gemerlap lampu studio televisi, ruang megah kantor pemerintahan, hingga hamparan ombak di tepi pantai. Hal inilah yang dibuktikan oleh 25 siswa SMAN 1 Terusan Nunyai pada Rabu (26/8/2026). Dalam sehari, puluhan siswa ini bertransformasi menjadi insan pers profesional dalam rangkaian kelas praktik jurnalistik yang mengesankan.
Dipimpin langsung oleh Kepala SMAN 1 Terusan Nunyai, Dra. Ratnawati, M.Pd., beserta jajaran guru pendamping, rombongan memulai langkah perdananya di stasiun televisi kebanggaan masyarakat Lampung, Radar Lampung TV. Dalam sambutan pembukanya di stasiun televisi tersebut, Dra. Ratnawati memberikan pesan pemantik yang kuat bagi para siswa. "Hari ini anak-anak kalian bisa belajar langsung dari ahlinya, gunakan momen ini untuk bertanya dan praktikkan literasi jurnalistiknya" ucapnya penuh semangat di hadapan tim redaksi Radar TV.
Benar saja, imbauan sang Kepala Sekolah langsung dipraktikkan. Di Radar Lampung TV, antusiasme siswa terpancar saat mereka diajak membedah dapur redaksi. Bukan sekadar teori, para siswa mendapatkan kesempatan emas untuk mencicipi langsung kerasnya dan serunya dunia penyiaran. Mereka mempraktikkan berbagai peran krusial, mulai dari menjadi jurnalis yang meracik berita, presenter di depan kamera, reporter lapangan, hingga mengoperasikan alat sebagai videografer dan fotografer andal. Gemerlap lampu studio dan intonasi khas penyiar televisi membuat mereka semakin mendalami peran.
Tak berhenti di bilik studio, tantangan jurnalistik siswa SMAN 1 Terusan Nunyai berlanjut ke level yang lebih tinggi. Bergerak menuju Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Lampung para "jurnalis muda" ini melakukan simulasi peliputan dan wawancara langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Lampung, Thomas Amirico.
Dalam pertemuan hangat yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut, Thomas Amirico menyambut rentetan pertanyaan siswa dengan penuh senyuman. Di sela-sela wawancara, beliau menyuntikkan motivasi berharga bagi generasi penerus bangsa tersebut. "Raihlah pendidikan terbaikmu, bermimpi, wujudkan. Kalian tak akan pernah gagal jika kalian siap," pungkas Thomas, yang langsung disambut anggukan semangat dari para siswa.
Setelah menguras tenaga dan pikiran di meja redaksi pemerintahan, agenda hari itu ditutup dengan manis di Raden Intan Beach. Memanfaatkan keindahan alam yang ada, para siswa mengaplikasikan ilmu peliputan mereka dengan membuat vlog berita bertema pariwisata.
Berbekal rasa percaya diri yang telah dipupuk sejak pagi, mereka tak canggung mewawancarai para pengunjung pantai dan menceritakan eksotisme alam Lampung ke khalayak luas. Angin pantai yang sejuk serta pemandangan senja nyatanya berhasil menyegarkan kembali pikiran (refreshing) seluruh siswa dan guru pendamping.
Kunjungan ini memberikan jejak memori dan pengalaman jurnalistik yang tak ternilai bagi para peserta. Hal ini diungkapkan langsung oleh Eka, salah satu siswa."Luar biasa hari ini, sekolah bisa memfasilitasi kami hingga bisa ke sini. Momen wawancara dengan Pak Kadis juga sangat menginspirasi," ujarnya dengan raut wajah puas dalam perjalanan pulang. Sepulang dari deburan ombak Raden Intan Beach, 25 siswa SMAN 1 Terusan Nunyai kini telah siap menyambut hari esok, kembali ke kelas dengan wawasan, mentalitas baru, dan semangat juang yang menyala.
(Rzk)

